Surat untuk Semesta

Selamat malam semesta,
dia yang kautitipkan sedang kurindukan
raganya jauh terpisahkan jarak
yang membatasi pelukan telah lama kudambakan.

Semesta, maaf bila aku mengingkarimu,
sekarang ini bintang - bintangmu tak terasa begitu terang
kalah akan sinar dari layar yang luasnya tak sebanding langitmu,
suryamu juga tak terasa begitu hangat
terkalahkan suaranya yang terdengar dekat walau hanya ilusi semata.

Ribuan kali kata rindu itu terucap
namun rasa pahit di hati masih belum bisa terungkap
malah caci yang keluar dalam benak
kepada takdir dan jalan yang sudah kau berikan.

Adalah ketamakan dari hati yang meradang,
dua manusia mendesak ingin berada dalam dekapan,
dinding putih menjadi saksi, detik terus berjalan tak peduli
namun kita hanya bisa sembunyi
dalam balutan kain milik sendiri.


bylilacrose // Surat untuk Semesta

Comments

Popular posts from this blog

Bertamu

Asing

Bangku di Samping Jendela