Bertamu

wahai tuan yang tak bernyonya
sudah lama rupanya kau ditinggal dirinya
yang dulu mengisi hati dan harimu yang tak selalu indah
rumahnya kini kosong tak ada yang tinggal

kucoba ketuk pintunya yang usang
penuh debu mungkin ’tlah lama tuan biarkan
terkejutku dibuatnya
nyatanya tak terkunci malah terbuka lebar

di dalamnya kulihat banyak jejak
bekas mereka yang pernah singgah sesaat
rupanya tuan sengaja membiarkan, wanita - wanita datang untuk duduk sejenak
namun heran tak kulihat, bekas cangkir yang telah ditenggak

lalu kususuri seluruh lorongnya
di dindingnya masih terlihat samar - samar
penuh dengan lukisan seorang perempuan yang tak kukenal
menghidupi seisi rumah tuan
yang nyatanya tak pernah ia coba untuk menghapusnya

kini baru aku tersadar
mereka yang datang tak pernah benar - benar disambut tuan
walaupun raganya hadir di depan mata
hatinya masih terikat oleh bayang - bayang nyonya


bylilacrose // Bertamu

Comments

Popular posts from this blog

Asing

Bangku di Samping Jendela