Bangku di Samping Jendela
Lampu - lampu kota pada sore itu sudah mulai dinyalakan dan kerumunan orang masih saja tak berkurang malah makin menjadi seiring tampaknya sang purnama, berjalan dan berlari hanya mereka yang tau, kemudian aku, duduk terdiam dan terpaku mencoba mengungkap aksara yang semakin mengabu. Sejenak kupikirkan, betapa kejinya dunia yang terus berputar, detik yang terus berjalan, dan hari yang kian berganti meninggalkanku di sini seorang diri yang masih saja enggan untuk berdiri, seakan tak mampu 'tuk melangkah lagi. Lihatlah bangku di samping jendela itu yang menjadi saksi dua insan beradu kasih berpegangan tangan seakan dunia hanya mereka yang memiliki, tenggelam menjadi budak akan perasaan yang merajai diri. Namun kini ketika aku mencoba 'tuk mengulang memori, nyatanya hanya pilu dan sesal yang menghampiri diri. Terkadang ingin kumencaci tuan yang memaksa pergi, membuatku terkurung dalam ruang dan waktu yang enggan membiarkanku lari wa...