Posts

Showing posts from April, 2020

Ragu

Perihal rindu dan jarak yang memisahkan raga kita, aku sudah biasa. Walau terkadang, ketika lampu - lampu di pertokoan itu telah dinyalakan aku terbaring di kasur membayangkan diri dalam dekapan. Pikiranku berkelana jauh hanya untuk pulang menerkam tuan. "Kenapa tak kau hentikan saja?" tanyamu. Lalu mengapa mentari terbenam membiarkan bintang bersinar menggantikannya mengapa angin seketika bertiup kencang  menyesatkan pelaut dari tujuan begitu pula aku, bagaimana cara aku menahan sesuatu yang tak beraga menjelaskan sesuatu yang tak bermakna. Jadi jangan marah, wahai sayang, sesungguhnya raguku ini hanya butuh kata - kata yang mendekapnya erat bagai pelukan menentramkan gejolak, sunyikan bingar bylilacrose // Ragu