Kau yang Datang

Embun di dedaunan pagi hari itu mengingatkanku tentangmu. Ketika bintang sudah mulai pudar, sedang bulan masih tampak memantulkan sinar. Orang – orang tertidur lelap. Orang – orang telah bergegas. Kerumunan masih belum terlihat namun seorang nenek telah berangkat membawa dagangan. 

Lamunanku terhenti saat kudengar air di ceret telah masak
namun senyummu masih enggan beranjak.

Tidak ada yang pernah tau kapan embun datang membasahi dedaunan
yang kemudian memantulkan cahaya sang fajar mengintip malu.
Tak terduga, menyegarkan, dan indah. Itu yang aku bayangkan tentang dirimu. 


bylilacrose // Kau yang Datang

Comments

Popular posts from this blog

Bertamu

Asing

Bangku di Samping Jendela