Angannya berkelana jauh, melayang bersama aksara berisi mimpi dan harapan yang kemudian pulang hanya untuk menerkam tuan. Di mana hasrat yang dulu itu, berlari mengejar angin bagai layang - layang ingin terbang tinggi. Di mana diri yang dulu itu, bertatih - tatih mengejar prestasi sampai hati tak hiraukan diri. Deretan lencana yang telah lama ditinggalkan, berdebu dan merindukan teman, menjadi saksi atas meredupnya semangat dari suatu raga sepanjang hidup berlayar mendambakan haluan yang dikira indah nyatanya fana. Mungkin niatnya yang tidak murni, atau mungkin dirinya yang salah bermimpi, mungkin juga hati butuh sendiri berhenti sejenak dan bernapas sebelum mati. Nyatanya menjadi bahagia tak harus selalu urusan medali ataupun yang tertinggi, setiap insan memiliki caranya sendiri untuk merasa utuh tanpa mendustai hati. bylilacrose // Tentang Ambisi dan Hati
Comments
Post a Comment